Tugas Dakwah Bil Qolam Memenuhi Laporan Bulanan Penyuluh Agama Islam Non PNS Kec.Berbek, Kab.Nganjuk
Jumat, 6 Agustus 2021
Bulan Muharram
Keistimewaan Bulan Muharram
Ada empat bulan yang disebut sebagai bulan haram yang dimuliakan dan diistimewakan oleh Allah yaitu, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.
Hal ini tertulis di Surat At-Taubah ayat 36:
“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.”
Ke-empat bulan haram ini disebutkan oleh Rasulullah di haditsnya dari Abu Bakrah “Setahun itu ada 12 bulan dan di antaranya ada empat bulan mulia, tiga berurutan, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab Mudhar yang ia itu berada antara jumada dan sya’ban,” (HR. Bukhori).
Berikut beberapa keistimewaan Bulan Muharram dibandingkan bulan-bulan lainnya:
1. Bulan dimana perbuatan maksiat akan mendapatkan dosa berkali-kali lipat.
Bulan dimana seluruh perbuatan maksiat, nilai dosanya lebih berat daripada bulan-bulan lainnya. Bulan Muharram disebut sebagai bulan di mana segala perbuatan maksiat yang mendatangkan dosa untuk haram dilakukan.
Imam Qatadah berkata: “Sungguh kedzaliman yang dilakukan pada bulan haram merupakan seberat-beratnya kesalahan dari pada bulan-bulan lainnya. Meskipun kedzaliman apapun termasuk kesalahan berat, akan tetapi Allah mengagungkan (memberatkan) apapun yang Dia kehendaki.“
2. Amalan kebaikan akan mendapatkan pahala yang berkali lipat.
Seperti dosa yang berlipat-lipat, di Bulan Muharram, Allah SWT mengistimewakannya dengan memberikan pahala yang berlipat ganda.
Segala dosa yang dilakukan akan menjadi semakin berat dan amalan baik yang dilakukan di Bulan Muharram akan mendapat nilai pahala yang berlipat ganda.
Imam Qatadah yang merupakan ahli tafsir menyebutkan:
“Amal sholeh lebih besar pahalanya jika dikerjakan di bulan-bulan haram sebagaimana kezaliman di bulan-bulan haram lebih besar dosanya dibandingkan dengan kezaliman yang dikerjakan di bulan-bulan lain meskipun secara umum kezaliman adalah dosa yang besar”.
3. Dosa-dosa setahun yang lalu dihapus bagi yang menjalankan puasa di Bulan Muharram
Hal ini dijelaskan dalam hadits Rasulullah: “Nabi shallallahu alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura? Beliau menjawab, “Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).
Peristiwa-Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Muharram
Dalam Islam, banyak hal-hal penting yang terjadi di Bulan Muharram. Berikut daftar peristiwa yang terjadi di Bulan Muharram:
• Allah SWT menerima taubat Nabi Adam AS.
• Kapal Nabi Nuh berlabuh di Bukit Zuhdi setelah terombang ambing selama 150 hari saat dunia diterjang banjir yang menghanyutkan dan membinasakan sebagian besar manusia di Bumi
• Nabi Ibrahim AS selamat dari siksa Namrud berupa nyala api yang tidak membakar tubuh Nabi Ibrahim.
• Nabi Yunus selamat dan dapat keluar dari perut ikan besar yang menelan beliau.
• Nabi Ayyub AS diangkat penyakitnya oleh Allah.
• Nabi Musa AS dan kaum Bani Israil berhasil selamat dari Fir’aun di Laut Merah.
• Awal mula hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah.
• Utsman bin Affan diangkat sebagai khalifah di Muharram 24 hijriah menggantikan Khalifah Umar bin Khattab.
Amalan-Amalan yang Dapat Dilakukan di Bulan Muharram
Seperti yang telah disebutkan diatas, Bulan Muharram merupakan bulan yang penuh dengan keistimewaan. Salah satunya adalah dengan pahala berlipat ganda bagi segala amal dan perbuatan baik yang kita lakukan di bulan Muharram.
Ada beberapa amalan-amalan yang dapat kita lakukan di Bulan Muharram dengan tujuan untuk meraih ridho dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Aamin ya rabbal’alamiin..
1. Puasa Tasu’a dan Puasa Asyura
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Sebaik-baik puasa setelah Ramadan adalah puasa di Bulan Allah, yaitu Bulan Muharram.” (HR. Muslim)
Pahala berpuasa di Bulan Muharram dalam 1 hari setara dengan puasa 30 hari. Disebutkan oleh Al Hafiz Ibnu Hajar bahwa Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang berpuasa di akhir Bulan Dzulhijjah dan di awal Bulan Muharram, Allah akan menjadikannya penebus dosa selama 50 tahun. Dan puasa satu hari di Bulan Muharram sama dengan puasa 30 hari.”
Puasa Asyura atau puasa di hari ke-10 Muharram ini hukumnya sunnah dan disebutkan dalam hadits HR Muslim bahwa puasa di Hari Asyura dapat menghapus dosa-dosa kita selama setahun yang lalu.
Rasulullah memerintahkan umat Islam untuk berpuasa Tasu’a di tanggal 9 Muharram agar berbeda dengan Kaum Yahudi yang mengerjakan puasa di tanggal 10 Muharram. Kaum Yahudi mengerjakan puasa di tanggal 10 Muharram sebagai peringatan saat Nabi Musa AS diselamatkan oleh Allah dari kejaran Fir’aun.
2. Sholat Sunnah di Malam Asyura
Sholat Sunnah Asyura dapat dilaksanakan di malam Asyura berupa shalat 2 raka’at atau 100 raka’at dengan membaca surat Al Ikhlas sebanyak 3x setelah membaca Al Fatihah.
Setelah shalat Asyura, dapat dilanjutkan dengan membaca tasbih sebanyak 70x, shalawat 70x, ayat kursi 360x dengan basmallah.
Keutamaan dari Shalat Asyura adalah sebagai berikut:
1. Diberikan kenikmatan saat ajal.
2. Keberkahan dalam hidupnya.
3. Diberikan pahala ibadah yang setara dengan penduduk 7 lapis langit.
• Bersedekah kepada Anak Yatim
Di Indonesia, sebagian umat Islam menyebut 10 Muharram sebagai Lebaran Anak Yatim atau Idul Yatama. Idul Yatama menjadi momen untuk berbagi atau menyantuni anak yatim.
Keutamaan bersedekah di Bulan Muharram diantaranya:
1. Pahalanya sama dengan pahala sedekah setahun.
2. Doa dan permohonannya dikabulkan oleh Allah.
3. Bila memberi makan, maka seakan-akan ia telah memberi makan seluruh umat Nabi Muhammad hingga kenyang.
4. Bila memberi minum, maka di hari kiamat tidak akan merasa haus selamanya dan seakan-akan ia tidak bermaksiat sekejap matapun.
Dengan mengusap kepala anak yatim, kita akan mendapatkan pahala yang berlimpah, yaitu setiap 1 helai rambut yang kita usap akan meningkatkan derajat kita sebanyak 1 derajat di Surga.
Rasulullah SAW dilansir dari kitab Tanbihul Ghafilin bi-Ahaditsi Sayyidil Anbiya-i wal mursalin “Barangsiapa berpuasa pada hari Asyura, niscaya Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan pahala 10.000 pahala syuhada’. Dan barangsiapa mengusap kepala anak yatim pada Hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya.”
Meskipun beberapa ulama menyebutkan bahwa hadits mengenai menyantuni anak yatim di tanggal 10 Muharram merupakan hadits yang dhaif atau lemah dan tidak dianjurkan untuk dilaksanakan.
Namun, beberapa ulama menyebutkan bahwa kita boleh mengamalkan hadits dhaif dalam perkara fadhail amal atau amalan kebaikan selama haditsnya tidak maudhu’ atau palsu.
Jadi, menyantuni anak yatim di tanggal 10 Muharram boleh dilakukan. Namun perlu ditekankan jika menyantuni anak yatim bukan hanya dapat dilakukan di hari Asyura, namun dapat dilakukan kapan pun.
Untuk ungkapan mengusap kepala anak yatim yang disebutkan diatas, memiliki arti tentang memberikan kasih sayang dan sikap lemah lembut kepada anak yatim.
Bentuk kasih sayang bukan hanya dalam bentuk usapan kepala saja, namun dengan mengurus anak-anak yatim dengan baik dan memberikan santunan baik secara sandang, pangan, papan maupun pendidikan. Jadi santunan kepada anak yatim ini bukan hanya dilakukan di 10 Muharram saja, namun berlanjut di bulan-bulan berikutnya.
Kesimpulannya, menyantuni anak yatim di Hari Asyura merupakan sebuah tradisi yang sudah berlangsung sejak lama. Momen ini dapat menjadi salah satu cara kita untuk membahagiakan anak-anak yatim. Selain itu agar dapat menjadi pengingat bahwa ada anak-anak yatim yang membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari kita dan itu bukan hanya dilakukan di Bulan Muharram saja.
Mari kita sambut Tahun Baru 1443 H dengan doa dan semangat agar kita dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT semata-mata demi meraih ridho dan rahmat dari Allah SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar