Tugas Dakwah Bil Qolam Memenuhi Laporan Bulanan Penyuluh Agama Islam Non PNS Kec.Berbek, Kab.Nganjuk
Rabu, 14 April 2021
MERAIH KESUKSESAN DI BULAN SUCI RAMADHAN
Puasa di bulan suci Ramadhan merupakan perkara yang telah Allah subhanahu wa ta'ala wajibkan kepada kita. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ١٨٣
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” [Al Baqarah 183]
Bahkan lebih dari itu, puasa di bulan suci Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam, di mana bangunan keislaman seseorang tidak akan berdiri tanpanya. Dalam hadits Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhu riwayat Al-Bukhari dan Muslim, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menerangkan bahwa puasa adalah salah satu rukun Islam yang agung dan mulia, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ
“Islam dibangun di atas lima (perkara, pondasi): Syahadat La Ilaha Illallah wa Anna Muhammadan Rasulullah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa Ramadhan.”
KEUTAMAAN PUASA DI BULAN SUCI RAMADHAN
Terdapat banyak sekali keutamaan yang akan diperoleh seseorang apabila dia berpuasa di bulan suci Ramadhan, diantaranya:
1.) Dosa-Dosanya Akan Diampuni
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيمَاناً وَاحْتِسَاباً ، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni.” [Muttafaqun ‘alaihi]
Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan dosa di sini adalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa-dosa besar, maka diperlukan adanya taubat.
2.) Karena Kesabarannya Ketika Berpuasa, Allah ta'ala Langsung yang Akan Membalasnya dengan Pahala yang Tiada Batas
Allah ta'ala berfirman dalam hadits qudsi,
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَام ، فَإنَّهُ لِي وَأنَا أجْزِي بِهِ
“Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa tersebut adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” [Muttafaqun ‘alaihi]
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya, hanya orang-orang yang bersabar lah yang pahala mereka dicukupkan tanpa batas.” [Az-Zumar: 10]
3.) Orang yang Berpuasa akan Mendapatkan Dua Kegembiraan
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda,
لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيحِ المِسْكِ . لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا : إِذَا أفْطَرَ فَرِحَ بفطره ، وَإذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ
“Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat daripada bau misk. Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, ketika berbuka mereka bergembira dengan bukanya dan ketika bertemu Allah mereka bergembira karena puasanya.” [Muttafaqun ‘alaihi]
4.) Bagi Orang yang Berpuasa Disediakan Pintu Surga yang Khusus Bagi Mereka
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
إنَّ في الجَنَّةِ بَاباً يُقَالُ لَهُ : الرَّيَّانُ ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَومَ القِيَامَةِ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أحدٌ غَيْرُهُمْ ، يقال : أيْنَ الصَّائِمُونَ ؟ فَيَقُومُونَ لاَ يَدخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، فَإذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ
“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang disebut Ar Rayyaan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa masuk surga melalui pintu tersebut dan tidak masuk melalui pintu tersebut seorang pun kecuali mereka. Dikatakan, ‘Di mana orang-orang yang berpuasa?’ Maka orang-orang yang berpuasa pun berdiri dan tidak masuk melalui pintu tersebut seorang pun kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, pintu tersebut ditutup dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut.” [Muttafaqun ‘alaihi]
KEGIATAN YANG HENDAKNYA DILAKUKAN SELAMA BULAN SUCI RAMADHAN
Selain berpuasa, selama bulan suci Ramadhan ini, hendaknya kaum muslimin menyibukkan diri mereka dengan berbagai ketaatan serta menjaga diri mereka dari melakukan kesia-siaan atau bahkan kemaksiatan. Diantara hal-hal yang perlu mereka jaga adalah:
1.) Shalat, Baik yang Wajib Maupun yang Sunnah
Cukup disayangkan, kita dapati sebagian kaum muslimin di bulan Ramadhan mereka berpuasa, akan tetapi mereka malah meninggalkan shalat. Padahal Rasulullah ﷺ bersabda,
الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.” [HR. Ahmad, dishahihkan oleh Al Albani]
Selain shalat wajib, hendaknya seseorang juga menjaga shalat-shalat sunnah rawatib. Dari Ummu Habibah radhiyallahu 'anha, istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّى لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ
“Tidaklah seorang hamba yang muslim melakukan shalat sunnah yang bukan wajib, karena Allah, (sebanyak) dua belas rakaat dalam setiap hari, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga.” [HR. Muslim]
2.) Membaca Al-Qur'an
Bulan Ramadhan adalah bulan Al-Qur'an. Allah ta'ala berfirman,
شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدٗى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٖ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ
“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)” [Al Baqarah: 185]
Maka disunnahkan bagi seseorang untuk memperbanyak tilawatul Qur'an sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِيكُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُ هُ القُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ المُرْسَلَةِ
“Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dahulu Rasululllah shallahu alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau semakin dermawan di bulan Ramadhan ketika Jibril mengajarkan beliau Al-Qur'an. Dan dahulu Jibril mengajarkan Al-Qur'an kepada beliau di setiap malam Ramadhan. Maka Rasulullah adalah orang yang lebih pemurah lagi dermawan daripada angin yang berhembus.” [HR. Al Bukhari]
3.) Memperbanyak Bershadaqah
Diantara perkara yang hendaknya diperbanyak di bulan suci Ramadhan adalah memperbanyak shadaqah sebagai yang disampaikan di dalam hadits Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ المُرْسَلَةِ
“Dahulu Rasululllah shallahu alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau semakin dermawan di bulan Ramadhan ketika Jibril mengajarkan beliau Al-Qur'an. Dan dahulu Jibril mengajarkan Al-Qur'an kepada beliau di setiap malam Ramadhan. Maka Rasulullah adalah orang yang lebih pemurah lagi dermawan daripada angin yang berhembus.”[HR.AlBukhari]
Termasuk amalan shadaqah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan adalah memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” [HR. At Tirmidzi dan yang selainnya, dishahihkan oleh Al Albani]
4.) Menjaga Lisan
Agar mendapatkan kesuksesan hendaknya seorang muslim tak hanya menahan dirinya dari lapar dan haus, tapi juga menahan lisannya dari ucapan yang tidak Allah ta'ala ridhoi seperti ucapan dusta, ghibah (membicarakan kejelekan orang lain), mengumpat, dan ucapan-ucapan jelek lainnya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” [HR. Al Bukhari].
5.) Semakin Memperbanyak Ibadah di Sepuluh Malam Terakhir
Di sepuluh malam terakhir, hendaknya seseorang semakin meningkatkan intensitas ibadahnya. Disebutkan bahwa:
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يجتهد فى العشر الأواخر ما لايجتهد فى غيره
“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam meningkatkan kesungguhan (ibadahnya) di sepuluh terakhir (bulan Ramadhan) yang tidak dilakukan pada hari-hari sebelumnya.” [HR. Muslim].
Demikianlah beberapa hal yang bisa dilakukan oleh seseorang agar bi idznillah (dengan seizin Allah ta'ala) dia bisa meraih keberhasilan di bulan suci Ramadhan sehingga dia pun keluar dari bulan ini dalam keadaan diampuni oleh Allah subhanahu wa ta'ala dan beroleh banyak keutamaan.
Semoga Allah ta'ala memberikan kemudahan kepada kita semua untuk dapat melaksanakannya. Amin ya Rabbal ‘alamin.
والله أعلمُ بالـصـواب
Tidak ada komentar:
Posting Komentar