Tugas Dakwah Bil Qolam Memenuhi Laporan Bulanan Penyuluh Agama Islam Non PNS Kec.Berbek, Kab.Nganjuk
Rabu, 15 Juli 2020
Pentingnya Halal Dan Bahaya Haram
Ketaatan kepada Allah SWT merupakan implementasi dari adab seorang hamba kepada Tuhannya. Adab kepada Allah SWT diantaranya dengan mengikuti perintah-perintahnya dan meninggalkan apa yang dilarang dan dicegah-Nya, serta berusaha mencegah nafsu dari melakukan setiap yang dilarang. Dengan demikian mentaati perintah Allah SWT untuk mengkonsumsi makanan yang halal dan menghindari makanan yang diharamkan menunjukkan adab seorang hamba terhadap Tuhannya.
Menghindarkan diri dari hal-hal yang diharamkan merupakan cermin qalbun salim (hati yang bersih, sejahtera), yang di dalamnya tidak ada sesuatu kecuali cinta Allah SWT dan cinta kepada apa yang disukai-Nya, serta takut kepada Allah SWT.
Pada dasarnya, seluruh makanan dan minuman yang ada di muka bumi, baik di daratan maupun lautan, berasal dari tumbuh-tumbuhan maupun hewan adalah halal karena memang diperuntukkan bagi manusia (taskhir). Sungguhpun demikian, ada beberapa jenis makanan dan minuman yang haram karena membahayakan kehidupan mereka. Sehubungan dengan hal itu, sebagai orang yang beriman kita wajib mengetahui makanan dan minuman yang halal sehingga boleh dikonsumsi, serta yang haram dan wajib dihindari. Allah SWT telah menjelaskan kriteria makanan dan minuman yang halal dikonsumsi, yaitu setiap makanan dan minuman yang halalan thayyiban. Yang dimaksud "halalan" adalah makanan dan minuman yang diperbolehkan oleh agama Islam untuk dikonsumsi, dan tidak tergolong dari jenis hewan atau tumbuh-tumbuhan yang diharamkan. Sedangkan maksud "thayyiban" adalah makanan dan minuman yang memberi manfaat bagi manusia karena telah memenuhi syarat-syarat kesehatan, tidak najis atau mutanajjis (terkena najis), tidak memabukkan, tidak menimbulkan mafsadah (kerusakan/bahaya) bagi kesehatan fisik dan psikis, serta diperoleh dengan cara yang halal. Hal ini didasarkan pada dalil-dalil sebagai berikut:
1. Firman Allah SWT dalam surat al-Maidah/5 ayat 4 :
يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ
"Mereka bertanya kepadamu; (Makanan) yang bagaimanakah yang dihalalkan bagi mereka ? Katakanlah: Dihalalkan bagimu (makanan) yang baikbaik".
2. Firman Allah SWT dalam surat al-A'raf/7 ayat 157 :
وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ
"Dia menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk".
3. Firman Allah SWT dalam surat al-Baqarah/2 ayat 168 :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
"Wahai umat manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di muka bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu".
Firman Allah SWT di atas memberikan petunjuk kepada manusia, bahwa makanan dan minuman yang halalan thayyiban mengandung manfaat bagi mereka, sedangkan yang haram akan menimbulkan mudlarat (bahaya) serta merusak kesehatan jasmani dan rohani. Di samping itu, ayat di atas juga memberikan petunjuk bahwa mengkonsumi makanan dan minuman yang halalan thayyiban merupakan ibadah, sedangkan mengkonsumsi makanan dan minuman yang haram dinilai sebagai perbuatan syetan yang harus dihindari.
Jika halal-haram tidak diperhatikan, maka dampak yang akan timbul begitu luar biasa, yang diantaranya adalah:
Pertama: Memakan harta haram berarti mendurhakai Allah dan mengikuti langkah setan.
Dalam surah Al-Baqarah disebutkan,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 168)
Kedua: Akan membuat kurang semangat dalam beramal saleh
Dalam ayat disebutkan,
يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
“Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang thayyib (yang baik), dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Mu’minun: 51). Yang dimaksud dengan makan yang thayyib di sini adalah makan yang halal sebagaimana disebutkan oleh Sa’id bin Jubair dan Adh-Dhahak. Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim karya Ibnu Katsir, 5:462.
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Allah Ta’ala pada ayat ini memerintahkan para rasul ‘alaihimush sholaatu was salaam untuk memakan makanan yang halal dan beramal saleh. Penyandingan dua perintah ini adalah isyarat bahwa makanan halal adalah yang menyemangati melakukan amal saleh.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 5:462).
Ketiga: Badan yang tumbuh dari harta yang haram akan berhak disentuh api neraka,
sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Ka’ab,
يَا كَعْبُ بْنَ عُجْرَةَ إِنَّهُ لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ
“Wahai Ka’ab bin ‘Ujroh, sesungguhnya daging badan yang tumbuh berkembang dari sesuatu yang haram akan berhak dibakar dalam api neraka.” (HR. Tirmidzi, no. 614. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
Keempat: Doa sulit dikabulkan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ المُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ المُرْسَلِيْنَ فَقَالَ {يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا} وَقَالَ تَعَالَى {يَا أَيُّهَا الذِّيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ} ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌوَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَه
‘Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (thayyib), tidak menerima kecuali yang baik (thayyib). Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin seperti apa yang diperintahkan kepada para Rasul. Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih.’ (QS. Al-Mu’minun: 51). Dan Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.’ (QS. Al-Baqarah: 172). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan seseorang yang lama bepergian; rambutnya kusut, berdebu, dan menengadahkan kedua tangannya ke langit, lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, wahai Rabbku.’ Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram, bagaimana mungkin doanya bisa terkabul.” (HR. Muslim, no. 1015)
Empat sebab terkabulnya doa sudah ada pada orang ini yaitu:
1. Keadaan dalam perjalanan jauh (safar).
2. Meminta dalam keadaan sangat butuh (genting).
3. Menengadahkan tangan ke langit.
4. Memanggil Allah dengan panggilan “Yaa Rabbii” (wahai Rabb-ku) atau memuji Allah dengan menyebut nama dan sifat-Nya, misalnya: “Yaa Dzal Jalaali wal Ikraam” (wahai Rabb yang memiliki keagungan dan kemuliaan), “Yaa Mujiibas Saa’iliin” (wahai Rabb yang Mengabulkan doa orang yang meminta kepada-Mu), dan lain-lain. NAMUN DIKARENAKAN HARTA HARAM MEMBUAT DOANYA SULIT TERKABUL.
Kelima: Karena harta haram maka akan banyak musibah dan bencana terjadi
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا ظَهَرَ الزِّناَ وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ
“Apabila telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri tersebut telah menghalalkan diri mereka untuk diadzab oleh Allah.” (HR. Al-Hakim. At-Targhib wa Tarhib, no. 1859)
Artikel yang bagus
BalasHapusDengan artikel ini semoga kita semua bisa lebih berhati-hati agar tidak jatuh pada perkara haram
الاخطيات عن المعاصي....👍👍👍bagus artikelnya...baarokalloh
BalasHapusMakan dari barang halal akan mendorong manusia untuk berbuat baik begitu juga SEBALIKNYA.
BalasHapusYang halal...itu halal...yang haram...itu haram....smoga...kita bisa mengamalkannya.
BalasHapushalal haram merupakan sumber awal dari segala amal perbuatan kita apakh baik atau buruk .hanya yg iman dan bertaqwalah yg insyaalloh selamat
BalasHapusSetiap yg kita konsumsi akan bercampur dgn darah ditubuh kita,, yg halal akan membawa dampak positif dan yg haram akan membawa dampak negatif
BalasHapus