Selasa, 12 Mei 2020

Menyikapi Wabah Covid-19 sesuai syari’at Islam


Tugas Dakwah Bil Qolam Memenuhi Laporan Bulanan Penyuluh Agama Islam Non PNS Kec.Berbek, Kab.Nganjuk
Selasa, 21 April 2020
Menyikapi Wabah Covid-19 sesuai syari’at Islam 

Wabah virus corona (Covid-19) sebagaimana yang kita Ketahui sekarang merupakan virus yang semakin lama semakin membuat masyarakat seluruh dunia ketakutan. Hal ini karena virus yang muncul pertama kali di kota Wuhan Hubei China tersebut telah begitu banyak memakan korban jiwa.
Virus yang sampai saat ini belum ditemukan Vaksin atau penangkalnya telah merambah hampir ke seluruh negara-negara besar di dunia. Mulai dari China, Amerika, India, Singapura, Malasia dan bahkan sudah memasuki Negara kita Indonesia.
Akibat virus ini, disamping korban yang terus berjatuhan baik yang meninggal ataupun yang terinfeksi, tercatat pula ratusan kota diisolasi, ribuan jalur penerbangan ditutup, bahkan secara khusus Negara Arab Saudi menghentikan sementara kedatangan jamaah umroh guna mengantisipasi tersebarnya wabah ini di tanah suci.
Menyikapi epidemi global ini, kita sebagai seorang muslim yang bertaqwa kepada Allah hendaklah hal ini kita kembalikan kepada ajaran-ajaran syariat Islam. Beberapa hal yang seharusnya kita lakukan sebagai seorang muslim yang bertaqwa dalam menyikapi wabah virus corona yang sedang mewabah saat ini, diantaranya dengan:

Memohon perlindungan Allah.
Virus corona adalah makhluk Allah sebagaimana makhluk-makhluk lainnya, dan tidak dapat bergerak kecuali atas perintah dan izin Allah ta’ala yang menciptakannya. Oleh karena itu, hendaknya kita berlindung dari wabah virus ini hanya kepada Allah disamping tetap berusaha untuk menghindarinya. Ingatlah bahwa Allah adalah sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penjaga. Allah berfirman:
فَٱللَّهُ خَيۡرٌ حَٰفِظٗاۖ وَهُوَ أَرۡحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ
“Maka Allah adalah sebaik-baiknya penjaga dan Dialah Maha Penyayang di antara para penyayang”. (QS Yusuf, Ayat 64).
Berlindung kepada Allah ini bisa dilakukan dengan senantiasa membaca doa yang bersumber dari Al-Qur’an seperti surat Al-Falaq dan suratAn-Nas ataupun dari doa-doa yang bersumber dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, seperti membaca doa qunut nazilah disetiap sholat maktubah, sholawat tibbil qulub serta doa yang dianjurkan untuk dibaca di pagi dan petang hari:
بِسمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهَ شَيءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَمَاءِ وَهُوَ السَمِيعُ العَلِيم
“Dengan nama Allah yang tidak membahayakan dengan namaNya segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, dan Ia lah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.
Doa ini berdasarkan sabda Nabi shallahu alaihi wasallam, bila diamalkan oleh seorang hamba di pagi dan petang hari masing-masing sebanyak tiga kali, maka niscaya tidak akan membahayakannya segala sesuatu apapun yang ada di atas muka bumi ini.

Berusaha melakukan pencegahan.
Di samping berlindung kepada Allah, tentunya sebagai seorang muslim Ahli Sunnah wal Jama’ah kita juga harus berikhtiar dengan melakukan usaha-usaha pencegahan agar virus ini tidak menular kepada diri kita atau kepada orang-orang yang kita sayangi, sebagaimana yang diungkapkan oleh para Ulama’ fiqih:
الدفع أقوي من الرفع
“Pencegahan itu lebih kuat daripada pengobatan”
Ikhtiar ini bisa dilakukan dalam skala individu maupun skala berjamaah.
Ikhtiar dalam skala individu dilakukan dengan mengikuti cara-cara yang dianjurkan oleh para ahli dalam bidang ini, seperti rutin menjaga kesehatan, rutin mencuci tangan, rutin memakan dari makanan-makanan yang baik, rutin memakai masker dikeramaian, serta menghindari keluar rumah dan berkumpul di tempat keramaian bila tidak diperlukan.
Adapun ikhtiar dalam skala berjamaah, maka bisa dilakukan dengan cara melakukan pencegahan-pencegahan agar virus ini tidak merambah ke skala yang lebih luas lagi seperti melakukan isolasi kepada mereka-mereka yang terkena virus atau mereka yang tercurigai terkena virus. Dan ikhtiar ini hendaklah dilakukan oleh pihak-pihak yang berwenang. Hal ini berdasarkan makna hadis Nabi shallallahu alaihi wasallam yang berbunyi:
إذا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأرْضٍ، فلاَ تَقْدمُوا عَلَيْهِ، وإذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا، فَلا تخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ
“Apabila kalian mendengar tentangnya (wabah penyakit) di sebuah tempat, maka janganlah kalian masuk ke dalamnya, dan bila kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar daripadanya sebagai bentuk lari daripadanya”.(HR.Bukhari dan Muslim)

Bertawakkal kepada Allah.
Setelah melakukan ikthtiar-ikhtiar yang ada, maka hendaknya semua kita serahkan kepada Allah. Kita berserah diri kepadaNya, sebagaimana firmanNya:
فإذاعزمت فتوكل على الله إن الله يحب متوكلين
“Ketika kamu menyengaja sesuatu maka bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya Allah menyukai semua orang yang bertawakal”
Sebagai seorang hamba seharusnya menyadari bahwa hidup dan mati kita semua berada di tanganNya. Allah berfirman:
قُلۡ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحۡيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
“Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam”. (QS Al-An’am, Ayat 162)
Dan perlu kita ketahui bahwa seorang hamba akan tetap hidup bilamana memang ajalnya belum datang, bahkan bila virus corona ataupun virus lainnya yang lebih ganas daripada itu menjangkitinya, namun bila memang sudah ajalnya, jangankan virus corona atau yang lebih dari itu, bahkan digigit semut pun seseorang bisa mati jikalau memang ajalnya telah tiba.
Ajal seseorang pasti datang, namun pertanyaannya adalah apakah yang telah kita persiapkan dari amalan saleh menyambut ajal tersebut? Semoga Allah menutup hidup kita dengan husnul khotimah.

Yakin kepada Allah akan kesembuhan.
Bila ada di antara kita yang ditakdirkan oleh Allah terjangkit virus ini, maka yakinlah bahwa Allah adalah sebaik-baiknya penyembuh karena Allah Maha Penyembuh.
Dan yakinlah juga bahwa tidak ada penyakit yang Allah turunkan, kecuali ada juga obat yang diturunkan bersamanya. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ خَلَقَ الدَّاءَ خَلَقَ الدَّوَاءَ فَتَدَاوَوْا ) رواه أحمد (وحسنه الألباني.
“Sesungguhnya Allah ketika menciptakan penyakit maka ia menciptakan penyembuhnya, maka berobatlah”. (HR. Ahmad dan dihasankan oleh Imam Albani).

Demikianlah beberapa hal dalam menyikapi wabah virus corona ini, dan yang terakhir, mari kita berdoa kepada Allah agar supaya senantiasa menjaga diri kita, keluarga kita, kerabat kita dan orang-orang yang kita sayangi dari terkena wabah virus ini. Mari kita juga berdoa kepada Allah agar senantiasa menjaga negeri kita Indonesia dan juga negeri-negeri kaum muslimin lainnya dari wabah penyakit mematikan ini. Dan tak lupa juga kita sisipkan doa-doa terbaik kita kepada mereka saudara-saudara kita yang sedang diuji dengan virus ini agar supaya Allah segera menyembuhkan mereka dari penyakit ini.


14 komentar:

  1. s3moga semua terhidndar dari terjangkitnya wabah. tulisan bermanfaat. sukses

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah..dapat tambahan ilmu dan pengetahuan.

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah..artikel yg bagus sekali,dan menambah ilmu pengetahuan tentang vovid 19 dan cara bijak mensikapi masa pandemi ini

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah terima kasih atas tambahan ilmunya
    semoga barokah manfaat

    BalasHapus
  5. Aamiin...��
    Selalu waspada menjaga kesehatan dan tak lupa perbanyak doa'...��

    BalasHapus
  6. Sae...
    Aamiin...
    Mari kita jaga kesehatan dan perbanyak doa

    BalasHapus
  7. Ikhtiar dibarengi do'a tidak lupa tawakkal...insya Alloh wabah sgr menghilang...amiin

    BalasHapus
  8. Semoga mendapatkan perlindungan dari Allah dan selalu mengedepankan protokol dr pemerintah

    BalasHapus
  9. Semoga mendapatkan perlindungan dari Allah dan selalu mengedepankan protokol dr pemerintah

    BalasHapus
  10. Dengan pendekatan ilahiyyah dan mengikuti protokol kesehatan ..... Insyaallah kita diberi keselamatan dalam menghadapi Wabah COVID-19 ini....

    BalasHapus
  11. Dengan pendekatan agama. Dan berikhtiar dengan selalu mengikuti protokol kesehatan ....semogab Allah memberikan keselamatan pada hambanya

    BalasHapus
  12. Terimakasih, moga jadi ilmu nafi' bagi q..

    BalasHapus

Wasiyat Nabi Muhammad Tentang Halal dan Haram

  Tugas Dakwah Bil Qolam Memenuhi Laporan Bulanan Penyuluh Agama Islam Non PNS Spesialisasi Jaminan Produk Halal Kec.Berbek, Kab.Nganjuk Jum...